Mengenal Fungsi Theodolit & Waterpass, Bagian-bagiannya serta Alat Ukur Survey

articlemile.com 0
Fungsi Theodolit, Sebuah Alat Ukur Dengan Banyak Kegunaan

Fungsi Theodolit bisa berupa sebagai alat pengukuran sudut baik ecara vertical maupun horizontal. Pengukuran rumit tersebut kini bisa mudah dilakukan menggunakan alat bernama Theodolit. Alat tersebut bekerja menggunakan sistem bernama optic.

Sehingga Theodolit masuk ke dalam alat yang paling canggih daripada peralatan dalam bidang surveyor.

Sebelum mengetahui kegunaan dari alat Theodolit ini, para pemakai harus mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertiannya.

Selain itu terdapat jenis berbeda dari Theodolit yang mana pengelompokannya terjadi atas sejumlah hal lain. Sementara itu ada juga bagian dari alat ukur Theodolit yang mana terdapat fungi masing-masing agar dapat bekerja sesuai semestinya. Adapun fungsi Theodolit sangat berguna untuk sejumlah hal.

Pengertian Beserta Fungsi Theodolit

fungsi bagian theodolite

Sebelum berbicara lebih lanjut dengan fungsi Theodolit, pertama-tama ketahui mengenai definisi benda tersebut. Theodolit merupakan salah satu alat ukur di bidang tanah yang ada dalam ilmu bernama geodesi.

Gunanya ialah menentukan tinggi tanah lewat sudut baik mendatar maupun sudut tegak juga jarak optis. Alat ini terdapat perbedaan dengan benda bernama waterpass. Keduanya memang sama-sama menjadi alat ukur guna mengukur di bidang elevasi bidang.

Para surveyor lebih memilih Theodolit karena kemampuannya membaca tingkatan elevansi serta menentukan koordinat sebuah titik. Sudut yang bisa surveyor baca lewat alat tersebut ialah hingga satuan detik atau sekon.

Pada dasarnya prinsip sebagai cara kerja alat Theodolit ini hampir serupa dengan perlengkapan bernama teleskop. Yakni teleskop yang berada dalam piringan dengan bentuk bulat sampai surveyor mampu memutarnya menjadi berkeliling dalam sumbu vertical.

Pemakaian alat tersebut mempermudah pengguna agar bisa melakukan pembacaan pada sudut horizontal. Selain itu terdapat pula piringan yang menjadi urutan kedua. Di mana menjadi tempat teleskop tersebut juga surveyor pasang.

Baca juga   Fungsi Final Drive, Mulai Oli sampai Kendaraan Excavator

Pemasangan alat teleskop dari theodolit tersebut menjadikan benda tersebut mampu surveyor putar hingga mengelilingi dalam sumbu horizontal. Dengan begitu alat ukur theodolit ini bisa melakukan pembacaan pada sudut vertical.

Meskipun begitu butuh ketelitian hingga tingkat tinggi agar bisa membaca tangkapan yang berasal dari alat tersebut. Ada baiknya alat tersebut berguna pada tempat maupun sejumlah situs yang cukup luas. Pasalnya jika tidak demikian cukup sulit untuk melakukan pengukuran. Apalagi situs dengan relief maupun perbedaan di bidang ketinggian yang cukup besar.

Jenis alat theodolite ini menjadi terbagi sebagai kelompok dari sejumlah hal. Misalnya atas dasar bidang konstruksi pada sumbu l yakni vertical. Kemudian berdasarkan tingkat di bidang ketelitiannya. Dasar berikutnya ialah kegunaan, ada maupun tidaknya buossole atau kompas.

Pembagian selanjutnya yakni berdasarkan sistem sentering juga piranti bacaan. Tentu saja jenis-jenis alat tersebut memiliki perbedaan terkait fungsi Theodolit.

Bagian yang Terdapat dalam Alat Ukur Theodolit

fungsi theodolit

Agar fungsi Theodolit dapat berlangsung sebagaimana harusnya terdapat tiga bagian sebagai pembagian alat tersebut. Pertama terdapat bagian bernama Atas dengan sejumlah unsur-unsurnya. Seperti teropong, sumbu mendatar, nivo teropong, lingkaran vertical, alhidade vertical, nivo, klem teropong beserta penggerak halus alhadide horizontal.

Selanjutnya adalah klem dengan penggerak halus limbus, lalu nivo tabung dengan alhidade horizontal. Terakhir ada mikroskop pembacaan pada  lingkaran horizontal. Sementara itu terdapat bagian berupa bawah dengan unsur-unsur pendukung.

Seperti tribrach, statip, plat dasar, nivo kontak, skrup penyetel ABC, juga alat sentering optis. Pada bagian tersebut ada fungsi Theodolit tersendiri juga jenisnya yang berbeda-beda. Rupanya alat Theodolit tak hanya tertuju untuk satu benda saja.

Pasalnya alat pengukur ini terdiri dari sejumlah jenis berdasarkan konstruksi beserta cara pengukuran. Pertama ada Theodolit jenis Reiterasi yang terdapat bagian lingkaran skala dengan posisi mendatar jadi satu bersama plat nonius beserta tabung sumbu di klap.

Baca juga   Fungsi Radiator Cup Tester Dengan Tahapan Penggunaannya

Hal inilah menyebabkan lingkaran mendatar yang menjadi sifat tetapnya. Pada jenis theodolite ini terdapat pengunci pada plat nonius. Jenis berikutnya bernama Theodolit Repetisi yang memiliki kemampuan berputar dengan sendirinya lewat tabung poros sebagai sumbu putar.

Pada theodolite jenis tersebut memiliki dua jenis pengunci. Antara lain pengunci untuk bagian lingkaran mendatar beserta sekrup nonius. Jenis berikutnya bernama Elektro Optis. Jika anda melihat lewat konstruksi mekanis, susunan pada lingkaran sudut di antara optis beserta elektro optis cenderung sama.

Pembedanya sendiri ialah skala lingkaran memakai sistem sensor sebagai pengganti prisma lagi beserta sistem lensa. Pada sistem tersebut sensor bekerja menjadi penerima gelombang elektro magnetis. Selain itu bisa juga terbilang menjadi elektro optis model.

Jika surveyor sudah mengetahui jenis dari alat tersebut, maka berikutnya tahu mengenai fungsi Theodolit tersebut. Sehingga penggunaan sesuai keharusan alatnya.

Kegunaan Alat Theodolit dan Waterpass

fungsi theodolite

Jika berbicara tentang fungsi Theodolit, alat ukur ini kerap orang manfaatkan pada banyak hal. Terlebih di dalam pekerjaan yang memiliki kaitan dengan pengukuran tanah, theodolite kerap berguna menjadi alat ukur polygon.

Selain itu alat ini juga berguna seagai pengamatan matahari maupun pemetaan situasi. Selain itu, jika sudut vertikalnya menjadi 90 derajat membuat fungsinya berubah seperti pesawat jenis penyipat datar. Yakni alat dengan fungsi menentukan beda di bidang tinggi dalam titik-titik permukaan bumi.

Sementara itu pada pekerjaan di bidang bagunan, theodolite kerap berguna untuk menjadi penentu sudut siku-siku. Adapun pekerjaan yang mereka lakukan ialah saat bowplank. Sehingga nantinya pada sudut ruangan menjadi lebih indah serta berkualitas.

Pada pekerjaan pondasi ataupun perencanaan, theodolite kerap berguna untuk mengukur ketinggian yang ada pada suatu bangunan tingkat. Akan tetapi tiap pekerjaan survei maupun pemetaan dengan alat theodolite tentunya tak lepas dari kesalahan yang bisa saja terjadi.

Baca juga   Cara Pasang Bronjong yang Benar

Kesalahan tersebut tentu saja karena kondisi dari alat theodolite. Selain itu anda juga harus mengetahui cara untuk menggunakan alat ukur theodolite. Terlebih jika baru pertama kali menggunakannya, pasti terdapat sejumlah hal yang harus anda perhatikan supaya dapat menggunakannya dengan maksimal.

Pertama-tama longgarkan dahulu bagian skrup sebagai pengunci perpanjang. Lalu tinggikan alat sampai setara dengan dada. Jika sudah sejajar, kencangkan skrup yang ada di pengunci perpanjang. Kemudian bentuk bagian kaki statif hingga menjadi segitiga sama sisi.

Penggunaan berikutnya injak pada pedal kaki statif. Lalu atur bagian pada ketinggian statif dan pindahkan theodolit menuju tribar plat. Selanjutnya kuatkan bagian skrup pengunci centering.

Atur pada bagian nivo kotak supaya bagian sumbu pertama dapat berdiri tegak. Cara melakukannya yakni menggerakan bagian bernama sekrup pendatar. Berikutnya atur nivo pada bagian tabung supaya posisi di sumbu keduanya dapat mendatar lewat cara serupa.

Terakhir adalah periksa pada ketetapan nilai index yang ada di sistem bernama skala lingkaran. Itulah semua hal mengenai alat ukur beserta fungsi Theodolit.

Tags: