Fungsi Radiator Cup Tester Dengan Tahapan Penggunaannya

articlemile.com 0
Fungsi Radiator Cup Tester Dengan Tahapan Penggunaannya
Fungsi Radiator Cup Tester Dengan Tahapan Penggunaannya
Fungsi Radiator Cup Tester Dengan Tahapan Penggunaannya

Fungsi radiator cup tester sangat berguna untuk orang yang mengetahui alat tersebut namun belum paham terkait kegunannya. Sementara itu Radiator Cup tester kerap orang sebut dengan nama Radiator Cup Pressure Tester.

Radiator cup tester merupakan alat ukur yang kerap berguna pada bidang otomotif. Fungsinya sendiri adalah mengukur tekanan yang ada pada tutup radiator. Selain itu kegunaan lainnya yakni memeriksa adanya kebocoran dalam sistem yang ada di pendingin.

Alat radiator cup tester menjadi hal yang wajib bengkel otomotif punya. Apalgi mengingat kegunannya yang begitu penting dalam hal service maupun perawatan dalam sistem pendingin milik kendaraan. Sistem pendingin sendiri mempunyai peranan yang begitu penting.

Peran penting tersebut terutama dalam hal melakukan pengontrolan pada engine. Tujuannya yaitu supaya terus bekerja sesuai dengan suhu kerjanya. Hal tersebut memiliki keterkaitan dengan performa suatu kendaraan.

Serta terkait dalam hal meradiasikan panas juga melakukan pencegahan bila terjadi overheating. Namun sejumlah masalah kerap terjadi pada sistem pendingin yang ada di dalam kendaraan. Saat terjadi masalah tersebut tentu harus sesegera mungkin melakukan pemeriksaan.

Permasalahan yang Kerap Terjadi dalam Sistem Pendingin Serta Fungsi Radiator Cup Tester

Sistem pendingin yang ada di dalam kendaraan kerap mengalami masalah. Di sinilah salah satu fungsi radiator cup tester yang bisa mekanik pergunakan secara langsung untuk memeriksanya. Sehingga masalah dapat teratasi dengan tepat tanpa menimbulkan kesalahan fatal.

  1. Kebocoran yang Terjadi di Saluran

Bentuk permasalahan pertama yang sering terjadi adalah kebocoran di saluran kendaraan. Penyebab kebocoran ini terjadi adalah karena komponen yang ada digunakan secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama.

Selain itu komponen tersebut tidak mekanik pernah lakukan penggantian sama sekali. Hose atau selang yang berguna pada jalur sirkulasi dalam sistem pendingin umumnya terbuat dari bahan karet. Seperti yang kita tahu, bahan karet akan mengalami perubahan dalam segi kualitasnya.

Baca juga   5+ Nama-nama Alat Scaffolding & Jenis-jenisnya

Dalam hal ini, karet tersebut akan berubah dari karakteristik maupun fisiknya. Di mana jalur sirkulasi yang terbuat dari karet ini akan mengeras. Tak hanya itu, bisa saja karet akan mengalami keretakan kalau pemakaiannya berlangsung dalam jangka waktu tergolong lama.

Retakan tersebut selanjutnya akan menjadi jalur keluar air radiator yang mengalami sirkulasi. Sehingga kita kerap melihatnya sebagai bentuk kebocoran. Tak hanya itu, kleman yang mengalami pelonggaran bisa membuat kebocoran lain dalam sistem pendingin.

Kalau kebocoran terjadi dalam bentuk kecil, terkadang kita tidak menyadari jika kendaraan tengah mengalami kebocoran pada sistem pendinginnya. Karena itulah fungsi radiator cup tester bisa mekanik terapkan di sini. Sehingga kebocoran sekecil apapun bisa terdeteksi segera.

Menghindar Overheating yang Terjadi Pada Kendaraan Sebagai Fungsi Radiator Cup Tester

Keadaan overheating yang terjadi pada kendaraan penyebabnya ialah kuantitas air pendingin yang tergolong kurang memadai. Di sinilah menjadi salah satu fungsi radiator cup tester untuk mencegah terjadinya keadaan ini pada kendaraan anda.

Kondisi yang tidak memadai tersebut dapat terjadi karena adanya kondisi kebocoran maupun air yang mengalami rembesan keluar. Akan tetapi mata pemilik kendaraan tidak menyadari adanya kondisi tersebut. Sehingga lama kelamaan air pendingin yang ada di dalamnya menyusut habis.

Tentu saja kasus seperti ini akan terjadi kalau pemilik kendaraan tak pernah melakukan pengecekan terhadap kuantitas pada air radiator. Radiator tester di sini berguna untuk mengecek kebocoran dengan jenis seperti itu.

Supaya tidak terjadi masalah seperti ini di kemudian hari, ada baiknya jadwalkan perawatan. Penjadwalan ini dapat anda lakukan berdasarkan waktu pemakaianmaupun tingkat mobilitas yang bisa terlihat pada kilometer kendaraan.

Pada sistem pendingin, anda harus melakukan pengecekan tiap 20 ribu kilometer. Agar bisa melakukan pemeriksaan di sistem pendingin tersebut anda dapat memanfaatkan fungsi radiator cup tester. Alat tersebut menjadi benda yang mempunyai desain khusus guna memeriksa kondisi radiator serta tutup di atasnya.

Baca juga   Cara Kerja Laminar Air Flow Beserta Hal Tentangnya

Menggunakan Alat Radiator Tester atau Radiator Cup Tester

Guna memaksimalkan fungsi radiator cup tester, anda harus mengetahui bagaimana cara menggunakan alat tersebut secara benar dan tepat.

  1. Memeriksa Kinerja Pada Tutup Radiator

Langkah pertama agar fungsi radiator cup tester sebagaimana mestinya, pertama anda harus memeriksa kinerja yang ada di tutup radiator. Hal ini bermaksud agar mengetahui jumlah tekanan pada kinerja actual yang ada pada tutup radiator.

Sehingga anda bisa mengetahui apakah tutup tersebut masih sesuai dengan spesifikasi seharusnya atau malah tidak. Pemeriksaan bisa anda lakukan dengan memanfaatkan RCT. Yaitu guna melakukan pengecekan terkait kondisi dari katup tekan atau bernama relief valve.

Mungkin saja anda bertanya-tanya mengenai relief valva yang harus mengalami pengecekan. Perlu anda ketahui, pembuatan tutup radiator berlangsung dengan rancangan tertentu. Tujuannya yaitu guna mempunyai fungsi yang sedemikian rupa.

Di bagian tutup yang tergolong sederhana, rupanya merupakan hasil bentukan dari dua jenis komponen. Adapun komponen tersebut adalah vacum valve serta relief valve. Vacum valve merupakan katup yang akan bekerja saat kondisi mesin dalam keadaan dingin.

Sementara relief valve menjadi katup yang bekerja saat mesin dalam kondisi panas. Fungsi radiator cup tester berikutnya ialah mengecek tekanan kerja pada bagian tutup. Anda harus mengetahuinya agar memaksimalkan kinerja dari alat tersebut.

Langkah pertama ialah melepaskan bagian dari tutup radiator pada bagian lehernya. Kemudian anda bisa memilih adapter yang ukurannya sesuai dengan tutup radiator. Kemudian pasang tutup tersebut pada radiator cup tester.

Selanjutnya tekan pompa yang ada hingga tekanannya lebih dari spesifikasi yang ada di tutup radiator. Anda perlu memperhatikan jarum penunjuk yang tertera di manometer. Jarum tersebut akan menunjukan apakah terjadi tekanna yang menurun ataupun tidak saat relief valve terbuka.

Baca juga   Mengenal Fungsi Theodolit & Waterpass, Bagian-bagiannya serta Alat Ukur Survey

Kalau terjadi penurunan tekanan atau malah berhenti, sudah pasti jika kondisi relief valve masih tergolong bagus. Sementara untuk melepasnya, kurangi terlebih dahulu release valve yang ada di radiator cup tester. Di sinilah fungi radiator cup tester sangat terlihat.

2. Pemeriksaan Pada Kebocoran yang Terjadi di Sistem Pendingin

Bukan hanya itu, fungsi radiator cup tester bisa anda dapati untuk pemeriksaan kebocoran yang terjadi di sistem pendingin kendaraan. Pemeriksaan tersebut berguna untuk mengetahui terjadi kebocoran ataupun tidak di saluran sistem maupun komponennya.

Agar bisa mengetahui kebocoran atau tidaknya maka anda bisa menggunakan radiator cup tester. Sebagian orang menganggap jika kebocoran tersebut bisa terlihat langsung lewat ada atau tidaknya air yang malah mengalir keluar.

Faktanya, kebocoran yang terjadi pada sistem pendingin kendaraan bukan hanya berupa kebocoran luar saja. Terkadang kebocoran yang terjadi di dalam sistem kerap terjadi pada pendingin kendaraan. Misalnya saja kebocoran terjadi pada head silinder.

Serta kemungkinan kebocoran yang terjadi pada radiator menjadi sulit terlihat. Sehingga fungsi radiator cup tester dapat terlihat jelas dan sifatnya pasti. Dengan begitu anda bisa memastikan secara langsung apakah terjadi atau tidak kebocoran di sistem pendingin.

Tags: